Tuesday, January 15, 2008

Serial Korea


Happy New Year .......


Liburan barusan aku ga kemana-mana..batal jalan-jalan membuatku memilih sekalian aja ga kemana-mana, beneran mendekam di kostan.. makanan bikin dari bahan-bahan yang ada..kadang pesan antar (delivery). Pokok e beneran ga keluar kost..

Senengnya punya kostan yg sirkulasi udaranya bagus banget, pintu, jendela utama & jendela2 kecil di sekeliling hampir setengah bagian dari kamarku. Sangat bersahabat untuk menghabiskan liburan dengan kegiatan rumahan.

Untuk mengisi liburan, aku sudah menyiapkan film serial Monk –Adrian Monk- (film komedi Barat, ttg detektif yg unik & genius dengan segala keteraturannya, salah satu serial favoritku). Ternyata selesai dalam 1 hari..lanjut dengan serial Korea yang boleh minjem dari temen.

Selama nonton film Korea, aku merasa mendapat ‘hal-hal yan baik’, jadi merasa ga sia-sia juga menghabiskan liburan dengan hanya nonton :D

Ini dia beberapa hal baik itu…
-satu-
Aku diinspirasi untuk jadi semangat dalam bekerja…dalam cerita itu beneran digambarkan gimana harus loyal dalam bekerja, gimana bekerja dalam tim, bagaimana menyampaikan pendapat walaupun itu ke atasan *sering kita ga berani berpendapat, mungkin karna takut salah, takut dimarah, pokonya takut mendapatkan respon negatif , padahal belum tentu demikian* yang killer sekalipun, bagaimana menghargai rekan kerja, kritis namun kreatif, mengekspresikan apresiasi untuk hal-hal yang memang layak diapresiasi.

-dua-
diingatkan lagi untuk yakin dengan cita-cita yg kita punya, untuk tetap gigih mewujudkannya….diceritakan disini, seorang pengacara hebat namun tanpa gengsi berani memutuskan untuk keluar dan bersusah payah memulai usaha rumah makan karna memang itulah cita-citanya, disanalah hatinya berada.

-tiga-
untuk berani ambil keputusan, dengan resiko yang harus dibayar.

-empat-
untuk menghargai orangtua dan mengekspresikan kasih sayang antar anggota keluarga, walau kadang harus dimulai dari diri sendiri….auw…ga gampang…


-lima-
menumbuhkan rasa nasionalisme.

Yah itu poin-poin pentingnya….


Hm, sinetron Indonesia harus berbenah, supaya cerita-ceritanya lebih berarti, memberi hal-hal yang baik juga buat penontonnya..
Siapa bilang ga bisa? :)



salam huating ajja!

Monday, October 29, 2007

1001 syukur

syukur untuk 1 hari lagi untuk dilalui ….


*bangun pagi*


syukur untuk kesehatan,
tahun 2004, aku pernah dirawat di RS karena harus menjalani operasi kista, habis operasi, aku ga berdaya, harus pake kateter karena blom bisa duduk/berdiri, apalagi berjalan. bahkan untuk membalikkan posisi tidur dari hadap kiri ke kanan aja aku harus dibantu. Aku terpasung kelemahan & rasa sakit.


syukur karena masih bisa merasakan udara pagi yang segar,
ibuku, di waktu sakitnya, ndak bisa nafas dari hidung, harus pake selang dan beberapa waktu kemudian, bagian lehernya harus dioperasi untuk bisa nafas..


untuk bisa melihat dengan jelas sekeliling kita,
ibuku, beberapa tahun jelang kembali ke rumah Bapa, ga bisa melihat lebih dari +/- 0,5m. Jadi ibuku hanya bisa melihat sosok samar kami, tanpa tahu pasti siapa tepatnya yang lewat atau duduk tak jauh darinya.


untuk bisa mendengar kicauan burung-burung di pagi hari,
ada kenikmatan tersendiri saat bangun di pagi hari –jam 5an- denger rame kicau burung di luar kamar kostku. Tepat di sebelah kamarku ada pohon gede…mereka selalu beracara disana…merdu, riang, membangunkanku..apalagi hari ini, lebih banyak kicaunya..lebih dari hari-hari biasa…sanggup membuatku tersanjung..


masih bisa ngapa-ngapain sendiri, mandi sendiri, gak pake dimandiin suster kaya waktu di RS ...hehehe


syukur untuk tempat tinggal & fasilitas,
bisa punya kamar sendiri, privasi masih terjunjung tinggi. cukup air bersih..
Ingat kejadian beberapa bulan lalu, air susah karena hujan ga kunjung turun. krisis air menaikkan derajat kebingungan, merombak ritual-ritual seperti cuci dan masak sayur kangkung dengan air mineral. Mahal boo' :D


syukur untuk pekerjaan, ada tujuan mau ngapain hari ini,
itu juga berarti masih punya sumber pendapatan


syukur untuk masih punya pilihan,
untuk masih bisa berangkat kantor dengan stelan yang matching...itu berarti punya pilihan...
untuk masih bisa milih mau sarapan apa pagi ini. "memilih" itu satu level di atas "masih bisa".


syukur untuk aktifitas yang tersedia,
punya semangat berkreasi dengan talenta yang diberikan Tuhan buat kita, atau improve diri dengan ikut training ato kegiatan-kegiatan positif, berbagi dengan sahabat/rekan/sesama di acara-acara bahagia mereka, utamanya di saat-saat mereka butuh dukungan…
Coba bayangin kalo kita hanya bangun untuk bekerja, pulang dan tidur lagi… betapa membosankannya hari-hari.


syukur untuk keluarga,
mereka yg selalu menerima kita apa adanya kita…tak ada cinta kasih dan penerimaan yg sesempurna yang diberi oleh anggota keluarga kita sendiri.
Tak tergantikan ..Percaya deh!
Yup, kadang memang ada kerikil-kerikil *eits, kegedean* …pasir-pasir perselisihan…
Seorang pakar bilang, resepnya adalah penerimaan tanpa syarat dan royal maaf.
Duh, bisa ga ya ? Musti sering-sering minta Tuhan memampukan.


untuk para sahabat,
yang mendukung kita…menanyakan kabar kita…membuat lelucon-lelucon yg membuat kita tertawa, memberi semangat saat kita lowbatt, membuat kita merasa nyaman bercerita, membuat kita jadi punya kenangan-kenangan indah…


untuk tantangan yang harus dihadapi,
membuat kita berpikir keras harus gimana, membuat jantung berdetak kencang, memunculkan ide-ide terpendam di kepala selama ini, menaikkan adrenalin untuk mencari solusi yang mungkin, dan yang membuat kita tersenyum puas, lega dan bersyukur saat menjadi pemenang, bahkan lebih dari pemenang. Can you imagine?


untuk keterbatasan tubuh,
sehingga kita tak harus menelan pil untuk bisa tidur, saat selesai beraktifitas, ada rasa lelah yg jadi sinyal saatnya kita untuk istirahat…tidur tenang, damai…bahkan kadang dapat bonus mimpi indah :)


*istirahat malam*


Sesungguhnya, terlalu banyak alasan untuk b e r s y u k u r
Terima kasih TUHAN...


-jelang pulang kerja, di sudut kaplingku-





Tuesday, September 04, 2007

Kesempatan yang menunggu



Seperti biasanya, pagi itu aku harus ngantor.
Seperti biasanya, aku harus berjalan kaki ke depan gang, menyebrang kemudian menunggu bis ke arah kantor.
Tak seperti biasanya, aku menyebrang –ceritanya brusaha mematuhi aturan- lewat jembatan penyebrangan.
Sementara aku berjalan di jembatan penyebarangan, baru tinggal 2/5 bagian lagih…..
Apes, bis idolaku –bis murah yg langsung lewat depan kantor- melenggang tepat di bawah jembatan penyebrangan.

Oh ya, saat itu, lalin padat merayap.
Langsung otak memberikan 2 pilihan.
Kejar, atau perlambat langkah –untuk menghabiskan 2/5 bagian jembatan penyebrangan- karna toh bis idolaku pasti udah lewat.
Tapi saat itu, aku memutuskan untuk mempercepat langkah, untuk kemungkinan bisa mengejar bis saat sampai di bawah jembatan, masih memungkinkan, pikirku sambil mengira-ngira kemungkinan.

yES!!
Si kernet melihatku dan memberi tanda bahwa aku masih bisa mengejar bis. Tak tawar lagi, aku lari….lari….dan hop….aku melompat ke bis.
Thank God.

Sambil mengatur napas, aku mendapati sebuah “makna”.
Ternyata, walaupun secara kasat mata, mungkin sebuah kesempatan tampaknya tak kan terengkuh oleh kita, namun, jika dalam jiwamu ada sesuatu yang kau rasakan tetap menggelegak bilang untuk TeRUSkan upayamu, TeTap SeMaNGaT, dan CoBa RaiHLaH….
Maka, mungkin saja…, sekali lagi aku bilang mungkin saja –sesungguhnya, aku kurang suka dengan kata mungkin, tapi kali ini pengecualian- kesempatan itu pun akan menunggumu.

Jika saja, saat itu aku memilih untuk memperlambat langkah, maka kemungkinan itu sama sekali tak kudapatkan.
Point pentingnya disini adalah, selama kemungkinan itu masih ada, selagi kita bisa, teruslah coba untuk meraihnya.
Kita gak kan tahu, apakah kita masih mendapatkan kemungkinan itu, kecuali kita mencobanya untuk membuktikan.

Do ur best…God’ll do the rest.


-afterlunch, di kapling baruku-