Tuesday, August 26, 2008

merajut di bis

tadi pagi di bis ...

beruntung sekali aku dapat tempat duduk tepat di sebelah seorang ibu... habis dia rajin banget sih.. di sepanjang jalan tadi si ibu berkarya loh...jadi sambil duduk di bis, si ibu merajut, bikin sal buat anaknya.
dia sudah menyiapkan gulungan kecil benang untuk diolah sepanjang jalan, jadi ga ribet dengan bawaan yang banyak.

eman baru kali ini aku ketemu orang yang isi waktu di jalannya merajut, yang lainnya biasanya baca. hm... menarik..

lumayan katanya, soalnya rute depok-sudirman bisa sampai 2 jam baru nyampe. sal yang lagi dibikin si ibu itu warnanya coklat tua, dari benang biasa aja, soalnya kata si ibu ada lagi loh benang yang lebih bagus, trus panjang sal ini nantinya 150cm, yang udah kelar 110cm. lebarnya 17cm.

sal ini kata si ibu karyanya yang ke-2, yang pertama juga bikin sal, juga buat anaknya. dan si ibu bilang, ini juga dia masih baru belajar, baru sebulanan. aku tanya belajar darimana, katanya "dari buku, buku luar" .. waktu aku bilang wah ibu jago bahasa Inggrisnya ya...katanya, "lihat tekniknya aja" ..hehhee ibu yang pintar.
sama sepertiku, juga punya buku beads, buku Jepang. Ngga ngerti bahasanya, cuma ikutin langkahlangkahnya ajah :)

dari si ibu, aku jadi tahu kalo sekarang udah susah dapetin benang untuk rajut ataupun kristik gituh. sekarang adanya di tempattempat tertentu, salah satunya, di mal Blok M Plaza, wah..namanya lupa lagih ..kalau dulu kan di pasarpasar juga banyak.

sebelum bercerita kalau sal yang dibuat adalah untuk anaknya, aku memang bertanya, "untuk dijual atau pake sendiri bu?"

katanya kalo sekarang ngejual ga sebanding, bingung kasih harganya, soalnya yang bikinan mesin udah bagusbagus dan murahmurah, di bawah 10ribu. jadi sayang kalo yang bikinan sendiri. tapi aku bilang, "ada loh bu, yang tetep senengnya yang handmade" :)

yang pasti aku seneng ketemu si ibu ini, jadi terpacu, sebagai anak muda, jadi tertantang untuk mencontoh kerajinan si ibu. ibu itu udah tua loh...umurnya sekitar 65-70 tahun.

ayo rajin!! ;)

Friday, August 22, 2008

mereka memanggilku "BOU" and "AJU"

Dalam suku tertentu, pada umumnya ada panggilanpanggilan yang digunakan untuk anggota keluarga/kerabat.

Untuk suku Batak, mungkin yang paling sering terdengar adalah : Tulang – adik lakilaki dari Ibu, Namboru – adik perempuan dari Ayah dan Ompung (baca: Opung) – kakek.

Kali ini aku hanya mau bahas 2 panggilan saja : BOU dan AJU.
BOU, atau lengkapnya Namboru.
AJU, atau lengkapnya Inang namarbaju (lebih bekennya Inanguda
= Tante = adik perempuan dari Ibu).

Panggilan AJU dan TANTE biasanya digunakan kalau yang dipanggil belum menikah.
Dan akan diubah menjadi INANGUDA saat yang dipanggil sudah menikah.
Tapi saat ini, sudah banyak juga yang tetap mempertahankan panggilan TANTE walaupun yang dipanggil sudah menikah, namun tidak demikian dengan panggilan AJU.

Wah, padahal aku suka banget loh dipanggil AJU :”>
Kalo panggilan BOU, aku ga masalah ... senengsenang ajah :-)

Nah ini dia mereka yang memanggilku BOU...






George, Queen dan Sammy






Yang ini adalah mereka yang memanggilku AJU...
Jesse dan Keiko

Tuesday, August 19, 2008

ukiran kayu Tana Toraja

Suku Toraja adalah suku yang menetap di pegunungan bagian utara Sulawesi Selatan, Indonesia.

Nama Toraja mulanya diberikan oleh suku Bugis Sidenreng dan dari Luwu.
Orang Sidenreng menamakan penduduk daerah ini dengan sebutan To Riaja, artinya "Orang yang berdiam di negeri atas atau pegunungan"
sedang orang Luwu menyebutnya To Riajang, artinya "orang yang berdiam di sebelah barat".

salah satu hasil budaya yang terkenal dari Toraja adalah ukiran kayu.

peninggalan budaya yang sangat tua ini menjadi andalan wisata belanja Tana Toraja. Umumnya, ukiran Toraja menggunakan medium kayu bujur sangkar berukuran 20x20 cm yang berfungsi sebagai hiasan dinding. Ukiran Toraja merupakan pahatan dua dimensi yang menyerupai relief dan diberi warna-warna yang kuat menonjolkan nuansa etnik.

Jumlah ukiran diperkirakan 67 jenis dengan aneka corak dan makna. Warna ukiran terdiri dari merah, kuning, putih dan hitam. Semua berasal dari tanah liat, yang disebut litak, kecuali warna hitam dari jelaga (hitam arak pada periuk) atau bagian dalam batang pisang muda.

nah, kali ini aku terinspirasi oleh warnawarna ukiran kayu khas Tana Toraja.
kali ini bikin kalung dan anting...
karena koleksi warna kristal Swarovski putih ngga ada (adanya bening), jadi hanya menggunakan kombinasi 3 warna khas lainnya : hitam, merah dan kuning.

konsep tetep! acak di bagian tengah leher ... dengan pemanis deretan kristal di sisi kiri-kanan.
kalung ini bagus dipakai pas leher, supaya beads benarbenar terlihat bantuknya dan warnanya.

untung anting, dibentuk juntai lurus dengan panjang juntaian berbedabeda..
anting ga kaku, kalau kepala kita goyang,antingnya juga ikut goyang :)


sumber:
http://id.wikipedia.org

http://www.paketrupiah.com
http://cybertravel.cbn.net.id